Selasa, 09 Juli 2013

Tumbuhan Berbiji



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya kami masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini dibuat dengan tujuan memberikan informasi kepada pembaca tentang kehidupan mikrobiologi khususnya tentang Basidiomycota.
Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini banyak kekurangan, oleh sebab itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan umumnya bagi pembaca


Terimakasih
Penulis


  


DAFTAR ISI
kata pengantar....................................................................................................................... i
daftar isi............................................................................................................................... ii
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang ............................................................................................................ 1
BAB II
PEMBAHASAN
1.      SPERMATOPHYTA (TUMBUHAN BERBIJI)................................................... 2
2.      Ciri Umum Spermatophyta...................................................................................... 2
3.      Apa saja yang termasuk ke dalam kelompok Gymnospermae?............................... 3
Manfaat Gymnospermae...................................................................................................... 5
Pengelompokan Spermatophyta.......................................................................................... 7
BAB III
KESIMPULAN .................................................................................................................. 9
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................... 10






BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Makalah Tumbuhan Biji ( Spermatophyta ). Dalam pembelajaran biologi berkaitan dengan cara mencari tahu dan memahami tentang alam sekitar secara sistematis, sehingga ilmu biologi bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta konsep, penemuan pendidikan biologi diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari dirinya sendiri dan alam sekitar beserta isinya yang terdiri dari dua macam yaitu makhluk hidup (biotik) dan makhluk tidak hidup (abiotik) (Bambang, 1998) Tumbuhan Biji Tinggi merupakan salah satu cabang biologi yang mempelajari tentang tumbuhan dan proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh-tumbuhan yang menyebabkan tumbuhan tersebut dapat hidup atau mati serta berkembang. Taksonomi tersebut membedakan antara tingkat tumbuhan dari tingkat rendah dan tinggkat tinggi. Dengan mempelajari taksonomi tumbuhan, kita dapat membedakan berbebagai jenis tumbuhan yang termasuk tumbuhan tingkat rendah dan tumbuhan tinggkat tinggi. Pada dasarnya gejala di tampakkan oleh tumbuhan dapat di terang berdasarkan prinsip-prinsip kimia dan fisika, beberapa proses metabolisme tubuh dapat dijelaskan secara rinci tentang prinsip-prinsip kimia dan fisika yang terlibat di mana penjelasan ini telah dapat diterima oleh para ahli fisiologi tumbuan dengan tampa keraguaan.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    merumuskan suatu permasalahan dalam makalah ini antara lain sebagai berikut :
1.      Apa pengertian dari Spermatophyta ?
2.      Apa saja ciri-ciri tumbuhan Spermatophyta ?
3.      Apa saja yang termasuk ke dalam kelompok Gymnospermae?

1.                  SPERMATOPHYTA (TUMBUHAN BERBIJI)
Tumbuhan berbiji atau Spermatophyta (Yunani, sperma=biji , phyton=tumbuhan) merupakan kelompok tumbuhan yang memiliki ciri khas, yaitu adanya suatu organ yang berupa biji. Biji merupakan bagian yang berasal dari bakal biji dan di dalamnya mengandung calon individu baru, yaitu lembaga. Lembaga akan terjadi setelah terjadi penyer bukan atau persarian yang diikuti oleh pembuahan.

2.                  Ciri Umum Spermatophyta
          Tumbuhan berbiji mempunyai generasi sporofit lebih kompleks dibanding lumut dan paku. Alat perkembangbiakan terdapat pada organ bunga (kumpulan sporofil) atau berupa strobilus. Sementara itu, kumpulan sporofil pada tumbuhan paku belum membentuk bunga. Sel kelamin (gamet) jantan terdapat dalam serbuk sari dan gamet betina terdapat pada kantong embrio. Proses penggabungan sel gamet jantan (sperma) dan sel gamet betina (sel telur) terjadi melalui buluh serbuk sari. Oleh karena itu, Spermatophyta disebut juga Embryophyta Siphonogama.           
          Tumbuhan berbiji sudah dapat dibedakan secara jelas menjadi akar, batang, dan daun. Tubuhnya bersifat multiseluler (tersusun oleh banyak sel) dengan ukuran tubuhnya besar atau makroskopis dan mempunyai ketinggian bervariasi. Tumbuhan berbiji memiliki jaringan pembuluh yang bervariasi dan terdiri dari floem, berfungsi untuk mengangkut bahan makanan yang berasal dari daun ke seluruh tubuh tanaman, serta xylem, berfungsi untuk mengangkut air dan mineral dari dalam tanah. Pada umumnya, tumbuhan berbiji (kecuali tumbuhan parasit) bersifat autotrof atau dapat mensintesis makanan sendiri melalui fotosintesis. Oleh karena itu, tumbuhan berbiji merupakan organisme fotoautotrof. Sebagian besar mempunyai tempat hidup (habitat) di darat (misalnya: mangga, rambutan, dan jambu). Ada pula tumbuhan berbiji yang hidup mengapung di atas air (misalnya: enceng gondok). Tumbuhan biji berkembangbiak secara aseksual maupun secara seksual.


3.        Apa saja yang termasuk ke dalam kelompok Gymnospermae?
Struktur Bunga Dan Biji Pada Tumbuhan Angiospermae Dan Gymnospermae :
a)      Bunga Kupu-kupu (Bauhinia purpurea)
Bunga kupu-kupu merupakan bunga lengkap karena semua bagian terdapat semua pada bunga ini. Bagian utama yakni putiknya berjumlah satu dan berwarna putih, sedangkan benang sarinya berjumlah 5 dengan warna ungu keputih-putihan. Daun mahkota berwarna ungu dan daun kelopak berwarna hijau muda. Bunga ini termasuk dalam family Papilionaceae.
Bunga kupu-kupu biasanya muncul di ketiak daun (Axillary). Komposisi bunga kupu-kupu tergolong ke dalam bunga tunggal yang hanya terdapat sekuntum bunga pada 1 pohon. Benang sarinya berbekas dua atau benang sari bertukal dua (diadelphus), yaitu jika benang sari terbagi menjadi dua kelompok dengan tangkai yang berdekatan dalam masing-masing kelompok, jumlahnya dalam masing-masing kelompok tidak perlu sama seperti pada bunga kupu-kupu.
b)     Kembang Sepatu (hibiscus rosa-sinensis L.)
Kembang sepatu adalah tanaman semak yang berasal dari asia timur dan biasanya banyak digunakan sebagai tanaman hias di daerah tropis dan subtropis. Bunga sepatu termasuk ke dalam kategori bunga lengkap yang memiliki bagian utama (putik dan benang sari) dan bagian aksesoris (daun mahkota dan daun kelopak sebagai daun perhiasan serta dasar bunga dan tangkai bunga). Kembang sepatu memiliki 5 buah putik dan benang sari yang berwarna kuning berjumlah lebih dari 10. Daun mahkota bunga (petal, corolla) umumnya berwarna-warni dan beraroma. Bunga kembang sepatu biasanya berwarna merah dan kelopak bunga berwarna hijau. Dasar bunga pada kembang sepatu merupakan tempat bercokolnya putik, benang sari, daun mahkota dan kelopak bunga.
Tata bunga kembang sepatu, yaitu bunga terletak atau muncul pada organ-organ pohon, kembang sepatu terletak atau muncul di ketiak daun (Axillary). Benang sarinya berbekas satu atau benang sari bertukal satu (monadelphus), yaitu jika semua tangkai sari pada satu bunga berlekatan menjadi satu merupakan suatu berkas yang tengahnya berongga dan hanya bagian ujung tangkai sari yang mendukung kepala sari saja yang masih bebas satu sama lain.
Pada tumbuhan yang tergolong dalam suku Malvaceae, seperti kembang sepatu, diluar lingkaran kelopak bunga, bunganya masih mempunyai daun-daun yang menyerupai kelopak yang pada kapas justru amat besar dan menyelubungi seluruh bunga yang disebut kelopak tambahan (epicalyx). Kelopak tambahan yang terjadi pada bunga sepatu adalah bagian-bagian serupa daun yang berwarna hijau dan tersusun dalam suatu lingkaran yang terdapat dibawah kelopak. Mengenai komposisi bunga, bunga kembang sepatu termasuk ke dalam bunga tunggal dimana pada satu tangkai hanya terdapat sekuntum bunga saja.
c)      Bunga alamanda (Alamanda sp.)
Bunga alamanda termasuk ke dalam kelompok tumbuhan angiospermae. Bunga ini memiliki mahkota yang berbentuk seperti terompet dan berwarna kuning. Alamanda sp. Termasuk dalam divisi Magnoliophyta dan kelas Magnoliopsida.
Bunga ini termasuk ke dalam bunga sempurna. Hal ini dapat dilihat dari jumlah benang sari yang berjumlah lebih dari 10 dan hanya terdapat 1 putik yang memiliki topi berwarna hijau diujung atasnya dengan tangkai putik berwarna putih.
Kemudian pembahasan hasail dari tabel kedua yaitu jati (Tectona grandis) memilki daya germinasi yang rendah yang menyebabkan propagasi di alam sulit sehingga tidak cukup untuk memenuhi permintaan kayu Jati (Tectona grandis). Jati (Tectona grandis) diproduksi secara konvensional dengan menggunakan bibit. Namun produksi bibit dalam jumlah besar dalam waktu tertentu menjadi terbatas yang disebabkan lapisan luar biji yang keras. Berbagai cara dilakukan untuk mengatasi lapisan ini seperti merendam biji dalam air, memanaskan biji dengan api kecil atau pasir panas, dan menambahkan asam, basa, atau bakteri. Akan tetapi alternatif tersebut masih belum optimal untuk menghasilkan Jati (Tectona grandis) dalam waktu yang cepat dan jumlah yang banyak.
Berdasarkan hasil pengamatan pada buah Jati (Tectona grandis) yang ditumbuk maka dapat diperoleh jumlah biji Jati (Tectona grandis) yaitu berkisar 1 sampai 4 biji. Setelah melakukan penumbukan pada kelimapuluh buah Jati (Tectona grandis) maka diperoleh rataan biji yang terdapat pada buah Jati (Tectona grandis) yakni sekitar 2 biji. Biji yang tersedia terkadang tidak sesuai dengan biji yang seharusnya terdapat didalam buah Jati (Tectona grandis). Hal ini disebabkan karena kesalahan dalam penumbukan yakni terlalu keras dalam menumbuk sehingga biji Jati (Tectona grandis) tertumbuk bersama buah dan pecah. Namun biji yang pecah tersebut tetap dimasukan dalam penghitungan biji Jati (Tectona grandis).
Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka)

Ciri-ciri gymnospermae tidak mempunyai bunga sejati, tidak ada mahkota bunganya. Bakal biji terdapat di luar permukaan dan tidak dilindungi oleh daun buah, merupakan tumbuhan heterospora yaitu menghasilkan dua jenis spora berlainan, megaspora membentuk gamet betina, sedangkan mikrospora menghasilkan serbuk sari, struktus reproduksi terbentuk di dalam strobilus. Dalam reproduksi terjadi pembuahan tunggal.

   Gymnospermae dibagi dalam empat kelompok yaitu pinophyta, cycadophyta, ginkgophyta dan gnetophyta. Pinophyta dikenal sebagai konifer, menghasilkan resin/getah, monoesis, daun berbentuk jarum, contohnya Pinus sp. Cycadophyta hidup di daerah tropis dan subtropis, diesis, contohnya Cycas revoluta, Cycas rumphii, Encephalartos transvenosus.

    Ginkgophyta hanya mempunyai satu spesies di dunia ini yaitu Ginkgo biloba, diesis, biji tidak di dalam rujung benar-benar terbuka ke udara bebas. Gnetophyta berbeda dengan kelompok lainnya karena memiliki pembuluh kayu untuk mengatur air pada bagian xilemnya. Contohnya Gnetum gnemon, Epherda dan Welwitschia.

•    Manfaat Gymnospermae
Ada beberapa manfaat gymnospermae yaitu :
a.    Untuk industri kertas dan korek api (Pinus dan Agathis)
b.    Untuk obat-obatan (Pinus, Ephedra, Juniperus)
c.    Untuk makanan (Gnetum gnemon)
d.    Tanaman hias (Thuja, Cupressus, Araucaria).
b.    Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup)
Angiospermae memiliki ciri antara lain :
•    Memiliki bakal biji atau biji yang tertutup oleh daun buah
•    Mempunyai bunga sejati
•    Umumnya tumbuhan berupa pohon, perdu, semak, liana dan herba.
•    Dalam reproduksi terjadi pembuahan ganda.

Sedangkan dilihat dari strukturnya Angiospermae dibedakan menjadi dua yaitu :

a.    Monocotyledoneae (berkeping satu)
Monocotyledoneae dengan ciri khas antara lain :

1)    Mempunyai biji berkeping satu
2)    Berakar serabut
3)    Batangnya dari pangkal sampai ujung hampir sama besarnya.
4)    Tidak bercabang.
5)    Akar dan batang tidak berkambium.

Sebagai contoh misalnya : Oryza sativa (padi), Zea mays (jagung), Musa paradisiaca (
pisang), Cocos nucifera (kelapa).

b.    Dicotyledoneae (berkeping dua).
Dicotyledoneae dengan ciri khas antara lain :

1)    Mempunyai biji jumlah kepingnya dua
2)    Berakar tunggang
3)    Batang dari pangkal besar makin ke atas makin kecil.
4)    Batang bercabang
5)    Akar dan batang berkambium.

Sebagai contoh misalnya : Casia siamea (johar), Arachis hypogea (kacang tanah), Psidium guajava (jambu biji), Ficus elastica (karet).

Pengelompokan Spermatophyta

    Dalam klasifikasi tumbuhan modern, Gymnospermae tidak memiliki status taksonomi karena banyak petunjuk bahwa tumbuhan berbunga (Angiospermae, tumbuhan berbiji tertutup) adalah keturunan dari salah satu tumbuhan berbiji terbuka. Pemisahan antara tumbuhan berbiji terbuka dengan berbiji tertutup akan menyebabkan pemisahan yang parafiletik.

Gymnospermae mencakup tiga divisio yang telah punah dan empat divisio yang masih bertahan:
  • Bennetophyta, punah
  • Cordaitophyta, punah
  • Pteridospermophyta, sudah punah namun dianggap sebagai moyang Angiospermae
  • Ginkgophyta, dengan hanya satu jenis yang masih bertahan: Ginkgo biloba
  • Cycadophyta, pakis haji dan kerabatnya
  • Pinophyta, tumbuhan runjung
  • Gnetophyta, dengan anggota hanya dua genus: Gnetum (melinjo dan kerabatnya) dan Welwitschia

Sepuluh besar suku tumbuhan menurut banyaknya jenis adalah sebagai berikut:
  1. Asteraceae atau Compositae (suku kenikir-kenikiran): 23.600 jenis
  2. Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan): 21.950
  3. Fabaceae atau Leguminosae (suku polong-polongan): 19.400
  4. Rubiaceae (suku kopi-kopian): 13.183
  5. Poaceae, Glumiflorae, atau Gramineae (suku rumput-rumputan): 10.035
  6. Lamiaceae atau Labiatae (suku nilam-nilaman): 7.173
  7. Euphorbiaceae (suku kastuba-kastubaan): 5.735
  8. Cyperaceae (suku teki-tekian): 4.350
  9. Malvaceae (suku kapas-kapasan): 4.225
  10. Araceae (suku talas-talasan): 4.025
    Kesepuluh suku di atas mencakup beragam jenis tumbuhan penting dalam kehidupan manusia, baik dalam bidang pertanian, kehutanan maupun industri. Suku rumput-rumputan jelas merupakan suku terpenting karena menghasilkan berbagai sumber energi pangan bagi manusia dan ternak dari padi, gandum, jagung, jelai, haver, jewawut, tebu, serta sorgum. Suku polong-polongan menempati tempat terpenting kedua, sebagai sumber protein nabati dan sayuran utama dan berbagai peran budaya lain (kayu, pewarna, dan racun). Suku nilam-nilaman beranggotakan banyak tumbuhan penghasil minyak atsiri dan bahan obat-obatan.

BAB III
KESIMPULAN

Berdasarkan uraian pembahasan di atas dapat penulis simpulkan bahwa :
  1. Spermatophyta berasal dari bahasa Inggris yang berarti tumbuhan berbiji. Sedangkan di Indonesia banyak sekali ditemukan berbagai jenis tumbuhan berbiji yang sampai saat ini tetap dipelihara dan dikembangkan.
  2. Spermatophyta mempunyai ciri antara lain :Makroskopis dengan ketinggian bervariasi, Bentuk tubuhnya bervariasi, Cara hidup fotoautotrof, Habitatnya kebanyakan di darat tapi ada juga yang mengapung di air (teratai), Mempunyai pembuluh floem dan xilem, Reproduksi melalui penyerbukan (polinasi) dan pembuahan (fertilisasi). 
  3. Gymnospermae mencakup tiga divisio yang telah punah dan empat divisio yang masih bertahan:Bennetophyta, Cordaitophyta, Pteridospermophyta, Angiospermae, Ginkgophyta, Cycadophyta, Pinophyta, Gnetophyta, Gnetum (melinjo dan kerabatnya) dan Welwitschia
















BAB IV


DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Tumbuhan_berbunga"
Kimbal, W.John. 1988. Biologi Jilid II. Erlangga: Jakarta.
Moertolo, ali. Dkk. 2004. Tumbuhan Berbiji Terbuka. Malang: Universitas Negeri Malang.
Moertolo, ali. Dkk. 2004. Tumbuhan Berbiji Tertutup dan tumbuhan paku . Malang: Universitas Negeri Malang.
Sudarmi, Siti. Dkk. 1986. Botani Umum 3. Bandung: Angkasa.








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar